October 3, 2016

Dendang Tukang Koba

Tradisi Koba Riau adalah sastra cerita yang dinyanyikan. Tradisi Koba Riau sarat pelajaran dan pengetahuan kehidupan.....

gambar tradisi koba riau
SIRIH sudah dikunyah. Bersamaan dengan itu, beberapa bait pantun atau bentuk sastra lainnya meluncur dari mulutnya. Ia menceritakan perjalanannya hingga sampai ke tempat hadirin, sambil tak lupa menghaturkan berbilang terima kasih.

Seterusnya ia mulai menuturkan sebuah kisah utamanya. Menariknya cerita-cerita itu dibawakan dalam bentuk nyanyian. Kadang-kadang Tradisi Koba Riau ini juga diiringi dengan tetabuhan rebana.


Sesahaja itulah, tidak lebih. Meski begitu, dendang tukang koba atau orang yang punya keterampilan membawakan beragam sastra lisan bergenre cerita dalam bentuk nyanyian atau Tradisi Koba ini ternyata pernah sangat digemari.

Dahulu penutur koba terbilang populer di tengah-tengah masyarakat yang bermukim di pesisir dan pedalaman Rokan dan yang tinggal Mandau. Di tempat ini Tradisi Koba Riau kerap meramaikan berbagai seremoni sosial dan juga keagamaan.

Sekadar diketahui, cerita yang disampaikan tukang koba saat bukoba memang sarat muatan pengetahuan, pelajaran dan sebangsanya. Materinya bisa berupa kisah sejarah, cerita tokoh dan pahlawan, tentang adat-istiadat, norma-norma sosial dan lainnya.

Sekadar menyebut contoh, beberapa cerita Tradisi Koba Riau yang terkenal di antaranya adalah Koba Panglimo Awang, Koba Gadih Mudo Cik Nginam, Koba Panglimo Dalong, dan Koba Dang Tuanku. Beberapa cerita koba Riau ini ternyata ada yang disakralkan dan diperlakukan secara khusus, terutama yang mengisahkan tokoh-tokoh mistis atau dikeramatkan.

Untuk jenis cerita macam ini, tukang koba lazimnya akan melakukan ritual tertentu, seperti menyembelih ayam atau kambing sebelum menuntaskan bukoba-nya. Si empunya hajat juga mesti menyediakan sesembahan kepada tukang koba, seperti pisau belati, kain putih, juga jeruk purut.


Soal ritual ini, cuma tukang koba yang tahu makna sebenarnya. Yang sudah pasti, seni koba Riau ini sebenarnya bukan melulu media hiburan. Pentas bukoba sejatinya adalah sebuah ruang silaturahmi sosial budaya, sekaligus tempat untuk mempelajari dan mengarifi persoalan-persoalan kehidupan.

Itu sebabnya pertunjukan koba Riau sering diinterupsi oleh interaksi antara tukang koba dengan penonton. Suasananya begitu cair, akrab, komunikatif, dan riang gembira. Dan pertunjukan koba ini bisa berlangsung semalam suntuk.

Bila ceritanya belum rampung maka akan dilanjutkan pada malam berikutnya. Saking panjangnya cerita, pertunjukan Tradisi Koba bahkan bisa berlangsung enam malam berturut-turut. Karena itulah tukang koba sering mencuri waktu rehat. Selain untuk istirahat, waktu jeda juga dimaksudkan untuk mengatur tempo cerita.

Semacam teknik untuk memancing rasa pasaran para penonton. Jika pancingannya mengena, suasana biasanya berubah menjadi riuh. Penonton melempar pantun sindiran, tukang koba lekas membalas. Sambil bercanda, kadang-kadang tukang koba memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta bayaran tambahan.

Begitulah situasinya, sampai lakon ceritanya kembali dilanjutkan. Tapi perlu dicatat, waktu rehat itu tetap berlangsung dalam nuansa senda gurau, penuh suka cita dan tetap sederhana. Tapi dalam kesahajaan itulah dendang sastra lisan bercerita ini tetap bertahan di Tanah Melayu sampai sekarang.

Maka pesan-pesan mulia dalam Tradisi Koba Riaa juga tak akan pernah lekang dimakan zaman. (Y. Ahdiat, foto dari Bahanamahasiswa)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment