October 11, 2016

Hukum Alam Tari Barong

Tari Barong Bali melukiskan pertarungan dharma melawan adharma. Pesannya, sampai kapanpun, kebaikan pasti mengalahkan keburukan.....

gambar tari barong bali
DEWI Uma dibakar dendam ketika dibuang ke bumi oleh Bhatara Guru. Mengutip Lontar Barong Swari, kemudian ia mendatangkan bhutakala dan penyakit dari segala penjuru: gering lumintu (utara), gering ngutah bayar (timur), gering rug bhuana (selatan), dan gering memancuh (barat).

Untuk memulihkan keadaan, Sanghyang Tri Murti sepakat turun ke dunia. Bhatara Brahma berubah menjadi Topeng Bang, Bhatara Wisnu menjelma Telek dan Bhatara Iswara menyerupai Barong. Ketiga dewa ini lalu ngalawang sambil menarikan bentuk awal Tari Barong Bali yang dikenal sampai sekarang.


Istilah barong itu mengacu pada topeng berupa binatang mitologi perlambang kebenaran. Barong diambil dari bahasa Sansekerta “b(h)arwang“, yang artinya beruang (bear). Sementara menurut Zoetmulder, barong berasal dari bahasa Jawa Kuno “barwang” atau beruang madu (Ursus malayanus).

Kata "barwang" sendiri ditemukan dalam kitab Ramayana, Sumanasantaka, Sutasoma, Bharatayuda, juga Arjuna Wijaya. Dalam kitab Sutasoma dan Bharatayuda misalnya, ditemukan kalimat singha barwang alayu. Dalam perkembangannya, bentuk barong dalam Tari Barong Bali tak melulu berbentuk hewan.

Diduga Tari Barong Bali adalah metamorfosis Tari Reog Ponorogo yang dibawa raja Airlangga ketika mengungsi ke Bali. Ada juga yang mengaitkannya dengan kesenian di India atau China, yang kebetulan secara budaya dan ekonomi pernah berhubungan dengan wilayah Nusantara termasuk Bali.

Penari Tari Barong Ket Kuntisraya, salah satu jenis Tari Barong Bali, yakni Banaspatiraja misalnya dikait-kaitkan dengan Shimamukha dari India. Tarian ini juga dihubungkan dengan Barongsai China. Tapi Barong Bali mungkin juga tarian lokal, karena bahasa Bali sendiri mengenal kata “barong” yang berarti ruang atau rongga.

Dibanding barong lainnya, Tari Barong Ket Kuntisraya tampaknya paling populer. Gerakan-gerakannya lebih kompleks dan dinamis. Sosok Barong Ket, Barong Ketket, Barong Rentet atau Barong Ketet adalah personifikasi raja hutan. Karenanya bentuknya merupakan kombinasi wajah singa, macan, dan sapi.


Bentuk barong lainnya yang dijumpai dalam atraksi Tari Barong Bali adalah babi, anjing, harimau, sapi, kuda, dan menjangan. Yang tidak menyerupai binatang adalah gogombrangan (makhluk halus), dawang-dawang (raksasa), brutuk (raksasa), kadingkling (tokoh wayang), dan landung (manusia).

Khusus Barong Ket, badannya dihias ukiran dari kulit yang ditempeli pecahan kaca. Sedangkan bulunya dibuat dari serat daun sejenis pandan (perasok), ijuk atau bulu gagak. Sementara janggutnya terbuat dari rambut manusia. Sosok Barong Ket juga bergigi runcing dan berkumis tebal.

Barong Ket dimainkan oleh dua penari yaitu juru saluki di bagian kepala, dan juru bapang di bagian ekor. Pertunjukan Tari Barong Bali dengan Barong Ket sebagai penari utamanya, masih bisa dinikmati di daerah Tabanan, Badung, Gianyar dan Klungkung. Tarian ini diiringi gamelan Semar Pagulingan.

Tari Barong Ket, seperti juga tari Joged Bumbung Bali, berfungsi sebagai hiburan (bebalihan). Meski begitu, tarian ini tetap terkait dengan ritual keagamaan. Bukankah tokoh barong tak lain adalah prabhawa Bhatara Iswara? Lalu, bukankah warna merah, hitam dan putih pada barong adalah simbol dari Brahma, Wisnu, dan Iswara?

Sejak semula Barong Ket bahkan diyakini menggambarkan sisi terang yang akan melenyapkan sisi gelap (Rangda). Prosesi ngalawang (ruwatan desa), juga makin menguatkan bahwa aslinya tarian ini adalah Tari Barong Bali yang sakral. Di beberapa daerah malah amat kental bumbu magisnya.

Apapun fungsi aslinya Tari Barong Bali ternyata menyelipkan banyak pelajaran. Barong Ket dan Rangda sebenarnya menjelaskan konsep Rwa Bhineda (binnary opposition) alias ketetapan hukum alam. Ada hitam, ada putih. Ada kebaikan, ada keburukan. Ada dharma (Barong Ket), ada adharma (Rangda).

Dualisme sifat kehidupan itu tak mungkin dipisahkan. Dan kesabaran pasti mengungguli kemarahan. Kebaikan pasti mengalahkan kejahatan. Isyarat itu tersirat dalam sifat juga tabiat Barong Ket dan Rangda sebagai pelakon utama Tari Barong Bali. (Y. Ahdiat, foto dari Klikhotel)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment