October 11, 2016

Spirit Kain Songket Siak

Kain Songket Siak adalah wastra adat dan keagamaan. Pada tiap lembarnya tersirat banyak amanat.....

gambar kain songket siak
SEBAB dibuat dengan menyongket benang emas dan perak, sebutannya jadi kain songket atau tenun songket. Karena berkembang dan merefleksikan karakter kultural masyarakat Siak, Provinsi Riau, namanya jadi Kain Songket Siak atau Tenun Songket Siak.

Tapi apapun sebutannya, Songket Siak sesungguhnya punya riwayat sangat panjang juga makna budaya amat luhur. Sama seperti kekayaan wastra nusantara lainnya.


Sejarah kerajinan Kain Songket Siak, mengutip Kebudayaan, semula berkembang di China sekitar 1000 tahun yang lalu. Kemudian menyebar ke Thailand, Selangor, Kelantan, Trengganu dan Brunei Darussalam. Seterusnya menyeberang ke Sumatra khususnya ke Silungkang, Palembang dan Siak. Ditaksir penyebaran tenun songket ke Tanah Melayu ini terjadi pada sekitar abad ke-13 Masehi.

Khusus Kain Tenun Siak atau Kain Songket Siak, keberadaannya tak lepas dari peran Wan Siti Binti Wan Karim, pengrajin songket asal Kerajaan Trengganu Malaysia. Ia diminta oleh Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Baalawi untuk mengajari para bangsawan di Kesultanan Siak teknik-teknik menenun kain songket.

Keterampilan itu lambat laun juga dimiliki oleh orang-orang di luar istana. Sekadar diketahui, pada masa lalu menenun memang bukan sekadar untuk mencari uang. Menenun adalah bagian dari pengabdian kepada sultan, para datuk-datuk, dan pembesar negeri lainnya.


Benarlah adanya bahwa Songket Siak memang bukan sekadar lembaran kain. Motif hias misalnya, sebagaimana ditulis dalam Khazanah Kerajinan Riau, yang merupakan hasil stilirisasi tetumbuhan, fauna, dan alam sekitar, juga bukan semata-mata bersifat artistik.

Maka di balik Kain Tenun Siak dan hiasannya itu sesungguhnya terselip spirit, semangat, nilai-nilai sakral, pengabdian, pemahaman terhadap alam, kreativitas, inklusivitas, juga nilai ekonomis.

Sebuah pantun melukiskan, ”Bertuah orang berkain songket, Coraknya banyak bukan kepalang, Petuahnya banyak bukan sedikit, Hidup mati dipegang orang”.

Kain songket tenun Melayu, Mengandung makna serta ibarat, Hidup rukun berbilang suku, Seberang kerja boleh dibuat”.

Dan, ”Bila memakai songket bergelas, Di dalamnya ada tunjuk dan ajar, Bila berteman tulus dan ikhlas, Kemana pergi tak akan terlantar”.

Walau tidak seperti dulu Kain Songket Siak tetap hadir di tengah-tengah masyarakat sekarang. "Ibarat setanggi dia menyeruakkan aroma dan mengharum hingga kini,” begitu kata seorang pengrajin Kain Tenun Siak seperti dikutip dari Mutiara Yang Terjaring.

Begitulah amanat dan spirit Kain Songket Siak (Y. Ahdiat; foto dari Wego)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment