October 4, 2016

Sate Sultan Banten

Sate Bandeng bukan sate pada umumnya. Penikmatnya adalah para pembesar Kesultanan Banten.....

gambar sate bandeng khas banten
DAHULU rupanya Kesultanan Banten yang berpusat di Surosowan bukan hanya jadi tujuan para suadagar mancanegara untuk mencari peruntungan. Kondisi alam dan lingkungan perairannya, juga menjadi habitat yang cocok untuk berkembangbiaknya ikan bandeng (Chanos chanos).

Pada masanya, seperti dikutip Merahputih, Yadi Achyadi menerangkankan bahwa saat musim kawin rombongan ikan bandeng akan menuju muara di pesisir utara Banten. Saat itu, kata peneliti Bantenologi itu, masyarakat mendapat berkah karena melimpahnya ikan tersebut.


Tak heran bila bandeng kemudian digemari oleh masyarakat termasuk oleh keluarga kesultanan. Sayangnya duri-duri kecil pada ikan ini sangat mengganggu ketika menyantapnya. Karenanya pihak kesultanan memerintahkan juru masaknya untuk mencari jalan keluarnya.

Setelah menempuh berbagai cara, perintah itu akhirnya bisa ditunaikan. Juru masak Sultan Hasanuddin itu, lihat laman Kebudayaan, berhasil membuat resep baru berbahan dasar bandeng tanpa tulang plus bumbu-bumbu tertentu yang dikenal sebagai Sate Bandeng seperti saat ini.


Mengutip Widhiaanugrah, bahan-bahan untuk membuat Sate Bandeng adalah: ikan bandeng, kelapa parut sangria, garam, gula pasir, air asam, telur, santan, minyak tumis, cabai keriting, ketumbar, jintan, jahe, lengkuas, kunyit bakar, bawang merah dan bawang putih.

Sebelumnya ikan bandeng harus dicuci bersih, disisit kulitnya, dan dikeluarkan dagingnya. Kemudian digiling, dihaluskan, lalu disaring agar terpisah dari durinya. Selanjutnya dicampurkan dengan bumbu yang sudah ditumis dan santan.

Adonan itu kemudian dimasukkan lagi ke dalam kulit ikan bandeng, sebelum dijepit dengan bambu dan dibungkus daun pisang. Sate Bandeng yang mirip Sate Lilit di Bali selanjutnya dipanggang di atas tungku sambil diolesi sisa-sisa bumbu sampai matang.

Selain sedap sate ini juga menyehatkan. Mengutip Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, Wartakesehatan menuliskan bahwa dalam tiap 100 gram ikan bandeng terdapat: Energi (129 kkal), Protein (20 gr), Lemak (4,8 gr), Kalsium (20 mg), Fosfor (150 mg), Zat Besi (2 mg), serta Vitamin A dan B1.

Ikan bandeng juga mengandung Omega 3 sangat tinggi (14,2%). Bandingkan dengan ikan sarden atau mackerel (3,9%), salmon (2,6%), atau tuna (0,2%). Asam lemak itu antara lain berkhasiat untuk mencegah penyakit jantung, kanker, dan menurunkan kadar kolesterol.

Tak salah jika keluarga Kesultanan Banten sangat menyukai jenis ikan ini. Terutama dalam bentuk olahannya yang populer disebut dengan Sate Bandeng. (Y. Ahdiat; foto dari Bantentelegraph)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment