October 10, 2016

Lenong Rakyat Betawi

Lenong Betawi adalah salah satu teater atau sandiwara rakyat. Perbedaan dan persamaan Lenong Betawi dengan Topeng Betawi.....?

gambar lenong betawi
KARENA kaya raya, ia sering menanggap rombongan sandiwara rakyat. Selain untuk menghibur diri sendiri dan keluarganya, tontonan itu sekalian untuk menyenangkan masyarakat sekitar.

Karena saudagar makmur itu bernama Lien Ong, menurut cerita dari mulut ke mulut, maka jadilah hiburan itu disebut Lenong Betawi. Mungkin ini kebetulan saja, karenanya perlu ditelusuri lebih jauh.

Tetapi yang sudah dimaklumi, permainan Lenong Betawi memang menyertakan beberapa alat musik Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, atau sukong. Selain itu tentu saja alat musik lokal macam gambang, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan.


Inilah beberapa perangkat yang menambah semarak seni teater tradisional atau sandiwara khas Betawi yang biasanya memainkan lakon yang sarat dengan pesan-pesan moral.

Sekilas kesenian rakyat Jakarta tempo dulu ini punya kesamaan dengan seni Komedi Bangsawan atau Teater Stambul. Karenanya mungkin saja benar jika ada yang mengatakan bahwa Lenong Betawi merupakan hasil adaptasi dari kedua jenis kesenian itu.

Sementara Firman Muntaco, seniman Betawi, berpendapat bahwa seni lenong yang mulai dikenal sejak abad ke-19, merupakan hasil dari proses teaterisasi musik gambang kromong.

Sejauh ini dikenal dua jenis Lenong Betawi, yaitu lenong denes dan lenong preman. Biasanya lenong denes berkisah tentang kehidupan di kerajaan atau lingkungan para bangsawan dan para pembesar, sementara lenong preman menceritakan kehidupan rakyat kebanyakan.

Jika para pelakon lenong denes memakai kostum formal dan menggunakan bahasa yang halus, maka para pelakon lenong preman boleh memakai pakaian dan bahasa pergaulan sehari-hari.


Apapun jenisnya, menonton Lenong Betawi sangatlah menyenangkan. Selain banyak dibumbui lawakan-lawakan polos khas Betawi, suasana pertunjukan lenong memang sedemikian cair.

Penonton sering diajak berdialog bahkan ikut terlibat jadi pemain dadakan. Suasana hampir serupa juga terjadi pada pertunjukan kesenian Betawi lainnya yaitu Topeng Betawi.

Seperti halnya seni lenong, kesenian Topeng Betawi juga berbentuk sandiwara. Kedua jenis teater ini sama-sama punya tiga adegan pokok: pembuka, lakon dan penutup. Sebuah masalah akan dibicarakan pada adegan pembuka.

Seterusnya jawaban atas masalah tersebut akan dicari pada bagian lakon. Sedangkan akhir dari masalah itu akan dirangkum pada adegan penutup. Begitulah gambaran umum pembakakan alur ceritanya.

Bedanya, jika Lenong Betawi diiringi musik gambang kromong, Topeng Betawi diramaikan musik kliningan. Bila seni lenong dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa, maka seni topeng sangat kental pengaruh kebudayaan Sunda.

Perbedaan lainnya, meski tidak begitu kentara, juga terlihat pada dekorasi tata panggung, atau pada jenis tarian yang melengkapi pentas seni lenong dan seni topeng.

Tapi, sekali lagi, menonton sandiwara rakyat Betawi ini sangatlah menggembirakan. Selain mendapatkan pesan-pesan moral, menyaksikan pertunjukan Topeng Betawi maupun Lenong Betawi dijamin bisa mengendurkan urat-urat syaraf. (Y. Ahdiat, foto dari Romlah)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment