October 1, 2016

Merasai Lempah Kuning

Lempah Kuning secara bahasa berarti makanan berkuah kuning. Apa kaitannya dengan masayarakat Pulau Bangka di Bangka Belitung.....

gambar lempah kuning bangka belitung
LEMPAH Kuning pada dasarnya menggambarkan kehidupan masyarakat Pulau Bangka yang tinggal di wilayah kepulauan yang dekat dengan laut dan sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Lempah Kuning sendiri merupakan makanan yang diolah dari hasil laut terutamanya ikan, karena makanan khas Bangka ini ini memang tidak pernah dibuat dari sayuran atau buah-buahan terkecuali sayuran atau buah-buahan tersebut hadir sebagai bahan pelengkap saja.


Kata lempah merujuk pada makanan berkuah, dan kata kuning mengacu pada warna masakannya karena bumbu utamanya adalah kunyit. Sementara itu, lempah atau melempah atau ngelempah bisa juga diartikan sebagai proses memasak dengan cara direbus dengan bumbu-bumbu tertentu.

Cita rasanya yang asam dan pedas juga merupakan bentuk adaptif masyarakat Pulau Bangka terhadap kondisi lingkungan yang sangat panas. Pada saat mengkonsumsi makanan yang pedas suhu tubuh akan menjadi turun karena keluarnya keringat tubuh.

Hal lainnya yang terbaca dalam masakan Lempah Kuning adalah nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan. Kuliner Bangka ini selalu hadir sebagai menu utama dalam berbagai aktivitas adat, perayaan-perayaan hari besar, saat hajatan, maupun dalam kehidupan sehari-hari.


Secara umum Lempah Kuning dapat diolah dari perpaduan bahan seperti ikan, kunyit, cabai, asam jawa, garam, lengkuas, belacan (terasi), bawang merah dan bawang putih. Hampir semua jenis ikan darat maupun laut bisa dibuat menjadi masakan Bangka ini.

Masakan khas Bangka ini bisa menggunakan ikan darat seperti baong, kepatong, seluang, keli, atau gabus. Kuliner sejenis gangan ini juga bisa memakai ikan laut seperti tenggiri, kerisi, kakap, kembung, tongkol, dan lainnya. Disesuiakan dengan selera saja.

Pada Lempah Kuning khas Bangka ini biasanya digunakan juga potongan buah nanas. Nanas ini bisa menjadi pengganti air asam jawa, namun tetap dicampurkan dengan asam atau bisa juga hanya ikan tanpa nanas.

Dalam perkembangannya kuliner berkuah ini memiliki banyak varian. Misalnya, ada yang mengganti ikan dengan udang, sotong, atau tulang iga sapi. Dalam soal bumbu, ada juga yang menyertakan kemiri, jahe dan lada sebagai pelengkapnya.

Apapun variasinya Lempah Kuning pastilah sedap dan tetap menjadi kekayaan kuliner atau makanan khas Bangka. (Sumber: Kebudayaan; Foto: Zonabangkabelitung)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment