October 13, 2016

Bubur Pedas Raja Sambas

Bubur Pedas Sambas adalah warisan dari Kerajaan Sambas di Kalimantan Barat. Apa hubungannya dengan penyakit Sang Raja.....?

gambar bubur pedas sambas
MAK Kasum cuma orang biasa. Ia bukan kaum ningrat, juga bukan golongan berpangkat. Pekerjaan sehari-harinya “hanya” jadi juru masak. Tetapi pada satu ketika ia mendadak tenar di seantero Kerajaan Sambas. Sampai sekarang pun namanya masih disebut-sebut di Kalimantan Barat. Mak Kasum memang tak bisa dipisahkan dari popularitas Bubur Pedas Sambas.

Di mana ada Bubur Pedas, di situlah ada Mak Kasum. Begitu juga sebaliknya. Sebetulnya hubungan keduanya sama sekali tak direncanakan. Alkisah, seperti dimuat laman MABM Online, satu waktu Sang Raja dari Kerajaan Sambas itu jatuh sakit. Ia hanya bisa terbaring lesu, lemah tak berdaya. Ia tak bisa tidur, nafsu makannya juga hilang.


Tak diketahui pasti, kapan peristiwa itu terjadi. Tak disebutkan juga siapa gerangan raja yang dimaksud. Tetapi, masih menurut cerita dari mulut ke mulut itu, segala cara untuk mengobati Sanga Raja sudah dilakukan. Sayang hasilnya tetap nihil. Karena itulah situasi di istana juga menjadi murung. Seluruh rakyatnya juga ikut bersedih.

Pada sebuah kesempatan, dititahlah seorang juru masak untuk membuat makanan bagi Sang Raja. Segera ia menyiapkan beras, bumbu-bumbu, sayur-mayur dan lainnya. Lalu diolahlah bahan-bahan itu menjadi bubur. Tak dinyana Sang Raja ternyata menghabiskan bubur yang bentuknya hampir serupa dengan Bubur Manado.

Saking senangnya Sang Raja bahkan memanggil si tukang masak. “Ada apa gerangan Raja memanggil saya,” katanya, agak tercekat. Ia khawatir jika sudah berbuat salah. Ia takut bila telah berlaku hilap. Untung dugaannya meleset. Sang Raja rupanya cuma ingin berterima kasih dan bertanya, “Daun apa yang kau gunakan dalam masakan itu?”

“Hamba menemukan tanaman itu di pekarangan istana ini. Tapi mohon maaf, hamba tidak tahu namanya,” jawab si tukang masak. Kemudian Sang Raja menanyakan nama pembantunya tersebut. “Siapa namamu wahai pembantu?” kata Sang Raja. “Nama hamba Kasum. Orang-orang biasa memanggil hamba dengan Mak Kasum.”

Singkat cerita Sang Raja lalu menamai daun berkhasiat itu sebagai daun kasum. Sejak itulah Mak Kasum jadi buah bibir. Sejak itu pula nama daun kasum mendadak naik daun. Makanan olahan karya Mak Kasum berupa bubur yang mengandung daun kasum juga jadi bahan pembicaraan.


Daun kasum atau kesum dikenal juga dengan nama daun laksa, Chinese knotweed atau Vietnamese Mint. Pemilik nama Latin Polygonum minus ini merupakan tanaman endemik Kalimantan. Daun kasum yang beraroma khas ini sering digunakan sebagai bahan penyedap masakan, obat-obat tradisional, juga sebagai lalapan.

Mengutip laman Satujam, secara tradisional air rebusan daun kesum digunakan untuk mengobati masalah pencernaan, dapat menghilangkan ketombe, dan pembersih selepas bersalin. Daun kesum yang kaya kandungan beta karoten, Vitamin C dan A, kalium, kalsium dan fosfor ini juga berkhasiat untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Tidak salah jika Mak Kasum menambahkan daun kasum pada Bubur Pedas Sambas yang dibuatnya. Jadi bukan kebetulan kiranya jika Sang Raja berubah cerah setelah melahap bubur ini. Apalagi di dalam bubbor paddas juga terdapat bumbu-bumbu lain yang juga menyehatkan. Ada daun salam, serai, lengkuas, bawang merah, bawang putih, cabe merah, serta merica.

Selain itu jumlah dan jenis sayuran yang digunakan pun sangat banyak dan beragam. Mengutip laman Cakrawawasan, jaman dahulu jumlahnya bisa 40 pucuk atau 40 jenis sayuran. Ada ubi jalar, kangkung, toge, kacang panjang, jagung muda, kacang tanah dan lainnnya. Yang tidak boleh ketinggalan adalah pakis atau midding.

Bumbu-bumbu dan sayur-mayur itu kemudian dicampurkan dengan beras sangrai yang sudah ditumbuk halus, juga parutan kelapa sangrai yang juga dihaluskan. Tidak lupa juga irisan daun kasum-nya. Sesuai selera, Bubur Pedas Sambas juga bisa dilengkapi dengan ikan teri, daging ayam, sapi, atau kambing.

Begitulah racikan Raja Bubur Nusantara, kuliner khas Kalimantan Barat. Inilah Bubur yang berhasil menyehatkan Raja Sambas serta melambungkan nama Mak Kasum dan juga daun kasum. Inilah Bubur Pedas Sambas. (Y. Ahdiat; foto dari Wisatapontianak)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment