October 12, 2016

Ayam Perang Taliwang

Ayam Taliwang mulai dikenal saat perang antara Kerajaan Selarapang dan Kerajaan Karangasem. Ayam Taliwang jadi ransum prajurit perang.....

gambar ayam taliwang khas lombok
ADA saja lembaran-lembaran cerita yang menyertai sebuah makanan. Ayam Taliwang misalnya ternyata bisa meriwayatkan sebuah seting sejarah. Sebuah perang sengit yang melibatkan dua kekuatan besar pada masanya: Kerajaan Selaparang (Lombok) dan Kerajaan Karangasem (Bali). Apa gerangan pemicunya?

Segalanya bermula dari pelanggaran adat yang dilakukan oleh putra mahkota Kerajaan Karangasem. Alih-alih mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia malah melarikan diri dan minta suaka dari penguasa Kerajaan Selaparang. Pihak Karangasem bersikukuh untuk menangkap pelariannya. Di pihak lain Selaparang memilih melindunginya.


“Raja Karangasem tidak terima tindakan itu, dan lantas mengumumkan perang," kata Lalu Manca penulis buku Sejarah Keturunan Raja Taliwang kepada Tribun News. Tak diketahui persis siapa gerangan identitas putra mahkota Kerajaan Karangasem itu. Tetapi peperangannya sendiri diperkirakan dimulai pada sekitar abad ke-14.

Peperangan itu rupanya diketahui oleh Kerajaan Taliwang, sebuah kerajaan di Sumbawa yang tercatat dalam Kakawin Nagara Kertagama karangan Mpu Prapanca tepatnya pada syair ke-14/15. Karena bersaudara, Kerajaan Taliwang mengirimkan bala bantuan kepada Kerajaan Selaparang. Pasukan dua kerajaan bersaudara ini bermarkas di Karang Taliwang, Mataram, Nusa Tenggara Barat.


Di Karang Taliwang inilah makanan Ayam Taliwang sebagai makanan khas Lombok memulai riwayatnya. Bagaimana kejadiannya? Sewaktu mengutus pasukan bantuan ke Karang Taliwang, rupanya diikutkan juga para pemuka agama Islam, juru pelihara kuda, serta para ahli masak. Masing-masing tentu punya tugas yang juga sangat penting.

Para ahli agama misalnya, selain memberi tuntunan kehidupan kepada masyarakat juga melakukan pendekatan kepada Raja Karangasem supaya mengakhiri peperangan yang banyak meminta korban. Sementara para juru pelihara kuda bertugas menjaga dan merawat kuda-kuda tunggangan perang supaya tetap sehat dan prima.

Tugas juru masak? Tentu saja menyiapkan kebutuhan logistik para pemimpin perang termasuk seluruh pasukan. Salah satu menu yang diracik oleh para juru masak ini adalah ayam bakar dengan campuran bumbu bawang merah, bawang putih, cabai, garam, dan terasi. Menu inilah rupanya yang menjadi cikal-bakal Ayam Taliwang.

Begitulah penggalan cerita kuliner khas Lombok yang sohor sampai sekarang. Sebabnya bukan cuma karena bahan bakunya ayam kampung muda. Bukan juga karena makanan ini biasa ditemani plecing kangkung dan beberuk terung. Juga bukan karena rasa pedasnya tidak terkira.

Lalu? Menu khusus para prajurit perang ini sudah pula diakui sebagai warisan budaya takbenda asal Nusa Tenggara Barat. Itulah Ayam Taliwang. (Y. Ahdiat; foto dari Resepumi)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment