October 5, 2016

Denting Dawai Dambus

Alat musik dambus sekilas mirip gitar atau gambus. Cuma alat musik dambus juga bisa jadi media pemersatu.....

gambar alat musik dambus
TAHUKAH Anda alat musik dambus asal Bangka Belitung (Babel) yang mungkin tak ada padanannya di manapun? Sekilas bentuknya memang mirip dengan gitar atau gambus. Cuma, dambus tetap saja khas.

Selain umumnya berdawai tiga, pada bagian kepalanya biasanya ditambahkan ornamen berbentuk kepala rusa atau kijang. Hiasan pada alat musik dambus ini boleh jadi ada kaitannya dengan kebiasaan masyarakat jaman dulu yang sering berburu kedua binatang itu.


Selain dagingnya dikonsumsi, kepala berikut tanduk rusa atau kijang yang sudah diawetkan itu dijadikan hiasan di rumah-rumah, sekalian sebagai tempat gantungan baju, peci dan sebangsanya.

Alat musik dambus dibuat dari kayu pilihan seperti cempedak atau kenanga. Belakangan ada juga yang dibuat dari triplek. Kayu-kayu itu diserut tipis-tipis dengan ketebalan sekitar satu sampai dua centimeter. Lalu dirangkai sedemikian rupa sehingga mirip bentuk belahan buah labu yang kosong.

Mengutip buku Permainan dan Alat Musik Tradisional Pangkalpinang, di bagian tengahnya kemudian dibuat lubang resonansi yang ditutupi kulit kera atau kijang. Sumber bunyinya adalah tiga utas dawai yang dahulu dibuat dari senar pancing. Adapun susunan nadanya adalah F (senar pertama), C (senar kedua) dan G (senar ketiga).


Semula dambus juga tak punya pembatas nada atau grip. Tetapi dalam perkembangannya, menukil buku Mengidentifikasi Karakter Musik Tradisional Bangka, bentuknya mengalami modifikasi termasuk penambahan grip dan jumlah dawainya.

Lazimnya, alat musik dambus dimainkan bersama dengan alat-alat musik lain seperti biola, rebana, tawak-tawak, dan gong. Dan fungsinya adalah untuk mengiringi nyanyian pada acara-acara adat, tari-tarian, atau perhelatan rakyat lainnya.

Pada masanya, permainan dambus sering juga dibumbui dengan rapal-rapal mantra yang sakral. Praktek ini umumnya terjadi pada saat berlangsungnya ritual-ritual adat dan keagamaan. Selebihnya, seperti ditulis Melayuonline, alat musik ini juga mencerminkan nilai-nilai seni, kebersamaan, dan pelestarian.

Menilik bentuk dan fungsi dasarnya, tampak jelas bahwa alat musik dambus memang sangat artistik. Lebih dari itu dambus sesungguhnya juga adalah media pemersatu, karena mampu menghimpun warga masyarakat untuk mendengarkan dendang-dendang Melayu pada berbagai peristiwa.

Maka tak cukup rasanya jika sekadar menempatkannya sebagai alat musik biasa. Soalnya dambus merupakan salah satu penanda khas kebudayaan Bangka Belitung, khususnya masyarakat Pangkalpinang. Karenanya jangan biarkan denting dawai alat musik dambus tak lagi terdengar. (Y. Ahdiat, foto dari Reportasebangka)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment