September 26, 2016

Bayangan Noken Papua

Noken Papua itu aslinya wadah. Noken juga bisa menjadi cermin untuk melihat realitas  masyarakat Papua..... 

gambar noken papua
MENILIK wujudnya, Noken Papua setara dengan tas, kantong, atau yang sejenisnya. Seturut bentuk fisiknya itu, fungsi noken juga tak akan jauh-jauh dari wadah atau yang sebangsanya.

Coba saja perhatikan faktanya. Noken yang juga dikenal dengan nama inokson, aramuto, mahyan, atau su ini memang biasa dipakai untuk memuat hasil bumi, binatang ternak, atau untuk menggendong bayi.


Tapi dalam konteks yang lebih luas, noken sesungguhnya bukanlah wadah biasa. Menyitir pendapat Titus Pekey, Noken Papua adalah cermin untuk melihat bayangan entitas masyarakat.


Budayawan ini beramsal, Papua secara keseluruhan ibarat tas noken yang bolong-bolong di sana-sini dan terus dibolongi sampai sekarang oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab. “Makanya, kehidupan orang Papua banyak kacaunya,” ujar Ketua Ekologi Papua ini.

Karenanya Titus berharap setiap orang Papua khususnya, bisa memahami dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari lintingan-lintingan benang dari kulit kayu yang siap dirajut menjadi sebuah noken kehidupan yang utuh, saling menguatkan dan harmonis.

Noken sejatinya mengajarkan pada seluruh warga Papua untuk bersatu padu membangun masa depan yang lebih maju dan beradab. Bukan malah sebaliknya, yakni ikut ambil peran menambahi lubang-lubang jebakan baru yang menyesatkan.

Begitulah salah satu makna simbolis Noken Papua yang telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya takbenda. (Y. Ahdiat; foto dari Kemdikbud)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment