September 27, 2016

Semesta Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi lebih luas ketimbang Candi Borobudur. Desain Candi Muaro Jambi mereplikasikan alam semesta.....

gambar candi muaro hambi
HEBAT betul nenek moyang kita. Mereka meninggalkan sejumlah warisan budaya yang tidak ada padanannya. Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah misalnya, adalah bangunan pemujaan umat Buddha dengan teknik arsitektur spektakuler.

Monumen enam teras berbentuk bujur sangkar itu, memiliki 504 buah arca dan 2.762 panel relief. Versi UNESCO, cuma Borobudur yang punya relief sebanyak dan selengkap itu.


Sampai kini bisa dipastikan belum habis kekaguman dunia pada kemegahan Borobudur. Dan decak kagum itu makin menjadi-jadi ketika dimaklumi, ternyata masih ada bangunan lain yang jauh lebih monumental.

Setidaknya karena bangunan kuno ini ternyata 20 kali lebih luas ketimbang Borobudur. Juga dua kali lebih luas dibanding kompleks Candi Angkor Wat di Kamboja. Sekaligus kawasan candi terluas di seluruh Asia Tenggara.

SC. Crooke adalah orang pertama yang melaporkan penemuan kompleks candi ini. Pada 1824 lalu tentara berpangkat letnan asal Inggris itu tengah memetakan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer.

Tak sengaja ia dan timnya menemukan sekelompok bangunan kuno terbuat dari batu bata di tepian Sungai Batanghari, Jambi. Inilah kompleks Candi Muaro Jambi yang diperkirakan berasal dari abad ke-7 Masehi.

Di komplek seluas sebelas kilometer persegi ini terdapat 82 candi, yang umumnya berkelompok serta memiliki tembok dan parit keliling. Bangunan yang berada di dalam tembok dibangun lebih tinggi dari tanah yang berada di luar tembok atau parit.

Secara kosmologis pola tata letak seperti itu menjelaskan bahwa komplek Candi Muaro Jambi tak lain adalah maket jagad raya. 


Bangunan candi di atas tanah yang lebih tinggi misalnya, adalah replikasi dari Gunung Meru, gunung suci tempat bersemayamnya para dewa. Lalu pagar kelilingnya diumpamakan sebagai rangkaian pegunungan atau cakrawala yang mengitari alam semesta.

Kemudian parit kelilingnya diamsalkan sebagai lautan atau samudra. Sederhana kata kawasan Candi Muaro Jambi adalah tempat suci dan disucikan.

Merujuk pada hasil penelitian yang telah dilakukan, antara lain oleh Pusat Arkeologi Nasional sejak tahun 1978 hingga sekarang, situs kuno ini diduga sebagai kompleks vihara Buddha. Di kompleks ini terdapat asrama para bhiksu, bangunan sekolah, pemondokan para siswa, serta bangunan untuk keperluan upacara.

Kompleks Candi Muaro Jambi juga merupakan tempat ziarah umat Buddha dari berbagai penjuru negeri. Fakta ini mengingatkan pada kompleks vihara Nalanda di India. Bedanya vihara Nalanda terletak di sebuah daratan luas yang jauh dari sungai.

Sedangkan Candi Muaro Jambi berada di tepi sungai. Sehingga di dalam kompleks candi ini khususnya di dalam asrama terdapat sumur-sumur sebagai sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari. Berseberangan dengan asrama berjajar bangunan peribadatan yang disebut caitya.

Diperkirakan aktivitas yang berlangsung di Candi Muaro Jambi berabad-abad silam juga serupa dengan yang terjadi di Nalanda. Dahulu di Candi Muaro Jambi ada banyak siswa yang menimba ilmu kepada para bikhsu. Di tempat ini ada banyak juga peziarah yang datang dan memanjatkan puja-puji.

Cerita masa lalu di Candi Muaro Jambi sungguh mengundang decak kagum. (Y. Ahdiat; foto dari Indonesiaexplorer).

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment